Olahan Ayam untuk Anak: Bakso Ayam

bakso ayam

Olahan ayam memang menjadi hidangan yang praktis dan paling banyak dipiliholeh orang tua, karena selain mudah juga banyak manfaat yang didapatkan untukmasa-masa pertumbuhan buah hati. Daging ayam sendiri di pasaran juga banyaksekali jenisnya, diantaranya adalah daging ayam kampung, kemudian juga adajenis ayam pedaging atau yang dikenal sebagai ayam potong hingga ayam petelur.Berbeda jenis maka akan berbeda pula tekstur dan juga rasanya. Hal ini bisadirasakan dalam pembuatan bakso ayam.

Mungkin banyak juga diantara Anda yang senang memasak bahan yang satu ini, dengan cara menggorengnya atau dengan cara menjadikannya sebagai bahan utama masakan kuah. Apapun jenis hidangan yang dibuat pastikan tidak mengubah kandungan gizi baik yang ada di dalamnya. Selama ini hidangan bakso mungkin lebih populer menggunakan bahan dasar daging sapi atau daging ikan. Namun olahan ayam untuk anak, yaitu bakso ini juga tak kalah nikmat. 

Karena masalah selera atau sejenisnya, banyak juga yang mengganti daging sapi tersebut dengan daging ayam, apalagi untuk mereka yang pada dasarnya memang kurang menyukai daging sapi. Lalu bagaimana dengan rasanya sendiri? tentunya tidak kalah enak dibandingkan bakso sapi. Asalkan bahan utama yang digunakan memiliki takaran yang pas dan juga kondisinya masih segar. Sehingga jangan asal dalam memilih daging ayam yang nantinya akan dipakai dalam pembuatan bakso ini, berikut ini beberapa tipsnya: 

  1. Pilihlah daging ayam yang warnanya masih cerah, umumnya agak sedikit keabuan pada bagian daging dalamnya, hal ini mengindikasikan bahwa ayam tersebut memang baru saja dipotong, sehingga kondisinya juga masih fresh.
  2. Jangan membeli daging ayam yang pada bagian kulit atau permukaannya ditambahi dengan serbuk atau bahan asing, biasanya memang beberapa penjual mengakali ayam yang sudah tidak segar lagi dengan menambahkan bahan-bahan pebgawet tertentu, tentunya ayam tersebut memiliki rasa yang tidak seenak daging ayam yang masih segar.
  3. Raba terlebih dahulu daging tersebut, cara mengenai kondisinya yang masih baru juga bisa dengan cara merabanya, yaitu melihat kekenyalan, dagig yang kondisinya masih segar umumnya lembab, namun tidak terasa lengket apalagi berlendir.
  4. Aromanya juga masih khas, mencium aromanya juga sangat penting untuk mengetahui kondisi dari daging ayam tersebut. Umumnya daging ayam yang masih baru meilii aroma khas, tidak tercium bau busuk, apalagi aroma-aroma lain yang terkadang menyertai ayam tiren yang dijual di pasaran.
  5. Cek juga kondisi dan warna lemaknya, lemak daging ayam yang baru saja dipotong umumnya terlihat putih sedikit kekuningan, biasanya juga menyebar secara merata di bawah bagian kulit ayam tersebut.
  6. Jangan membeli ayam yang memiliki tanda atau warna kebiruan memar, ini adalah salah satu ciri dari ayam tiren, biasanya sudah terdapat warna biru atau memar-memar di sekitarnya. Ayam semacam ini umumnya aliran darahnya juga tidak keluar secara tuntas, sehingga ketika dimasak nantinya akan meninggalkan sisa darah di dalamnya.
Baca Juga :  Rekomendasi Oven Listrik Low Watt

Daging ayam segar ini adalah kunci membuat olahan ayam untuk anak yang nikmat dan sehat, selain mengetahui cara pemilihannya, makatak kalah penting juga bagaimana cara menyimpannya, apalagi bagi Anda yangtidak berniat langsung mengolah semuanya, sehingga bisa tahan lebih lama.

Author: Zack Armstrong